Saya tidak melarang mereka kuliah
atau mereka bekerja, hanya saja sayang kalau segala ilmu yang telah didapat itu
tidak dimanfaatkan. Masih banyak juga waktu setelah kulia atau kerja untuk
mengajar ngaji kan?
Apalagi kalau (maaf) ekonomi orang
tua kita lemah, kurang sanggup membiayai kuliah kita, beasiswapun kita tak
dapat, bekerja pun sulit karena hanya punya ijazah SMA.
Nah jadi guru ngaji itu jadi pilihan
yang tepat. Tidak mesti ngajar ngaji untuk anak-anak, ngajar ibu-ibu dan
bapak-bapak pun terbuka lebar, tentu sebatas ilmu yang kita miliki, yang tidak
tahu serahkan kepada ahlinya. Atau mengisi mushola dan masjid dekat rumah jadi
muadzin tetap.